Malam menyentuhkan kelambunya ke bumi,
memainkan jemari waktu yang mulai keriput di sisimu
Oh, semua tampak berbeda,
aku membacanya di lengkung kelam matamu
Adakah kantuk tak jua datang?
Kau meresahkan mimpi
karena sudah lama ia hilang tak mewujud,
padahal waktu kian menua,
tertatih mendampingi jalan kelokmu
Atau aku keliru, aku berharap begitu
Karena saat kau mulai membuka pintu dunia barumu,
aku tak mengharapkan kau melunak
dan menjelma sosok cengeng yang berlimpah air mata
Aku memimpikanmu menggenggam mimpi lain yang lebih tinggi
dan menjadi tangguh karenanya
Maka saat malam menyeret gulitanya di sisimu
Bangunlah istana baru dalam jiwamu,
sebelum kau terlelap dan terbangun dalam lingkaran waktu yang menjemukan
Karena..
apalah arti manusia tanpa cita dan harapan mulia,
yang mengistimewakannya dari onggokan daging dan tulang di gelaran pasar
Jadilah pohon yang tak henti bertumbuh,
menjemput nutrisi melalui akarnya,
menyambut mentari dengan batangnya,
memeluk kemanfaatan melalui rerimbunan buahnya
Bangunlah wahai jiwa..
Senin, 13 September 2010, 23:23:46
Rabu, 15 September 2010
Sabtu, 21 Agustus 2010
Mereka dan Aku
Mereka menyebutnya tua
Tentang berlalunya sekumpulan usia
Mungkin aku memang menua
Mereka menyebutnya dewasa
Tentang berjalannya nalar dan kebijakan,
Tentang tanggung jawab dan manajemen kehidupan
Mungkin aku sedang mendewasa
Mereka menyebutnya luar biasa
Tentang perjuangan dan totalitas tanpa batas,
Tentang prinsip dan tekad yang membuahkan cahaya
Aku ingin hidup luar biasa
Mereka menyebutnya aku,
Saya,
Daku
Tentang pribadi yang amat dekat
Ah, bahkan itulah diri mereka sendiri
Dan inilah aku, diri yang tak ingin sia-sia
Karena setiap detik begitu bermakna
Tentang berlalunya sekumpulan usia
Mungkin aku memang menua
Mereka menyebutnya dewasa
Tentang berjalannya nalar dan kebijakan,
Tentang tanggung jawab dan manajemen kehidupan
Mungkin aku sedang mendewasa
Mereka menyebutnya luar biasa
Tentang perjuangan dan totalitas tanpa batas,
Tentang prinsip dan tekad yang membuahkan cahaya
Aku ingin hidup luar biasa
Mereka menyebutnya aku,
Saya,
Daku
Tentang pribadi yang amat dekat
Ah, bahkan itulah diri mereka sendiri
Dan inilah aku, diri yang tak ingin sia-sia
Karena setiap detik begitu bermakna
Jumat, 25 Juni 2010
The Man and His Doll
I haven't known him. I just often meet him on the way to my hometown, every year. I don't know why he never change, the man who has an odd habit. But the strangest thing is nobody has met him except me. Actually he just a man with an ordinary appearance. He looked like an old man with his almost grayish hair.
My hometown is rather far from the road. So I need to walk about half an hour first to arrive. After passing some fields, I meet an empty land where I meet that man every year. It maked me confuse that he is always there when I pass the land, as if he knows when I'll come.
"What are you doing here, Sir?" I said in the first time--and finally every time I meet him.
"I'm waiting a doll pass here."
"A doll ? Do you mean a little girl who brings a doll ?"
"Not. Absolutely only a doll. And you're the third doll which I meet today."
"Sorry, Sir. But I think I'm not a doll. Do you see ? I'm a human, just an ordinary man like others," I was so confused when he said that I was doll.
"Isn't it the same thing ? Yes, you're a doll. Human is only a doll which is controlled by God. Isn't it true ?"
"No,Sir. You're wrong."
"Yes, I'm right. Aren't some people like that ? Although maybe they wouldn't agree with my statement."
"Excuse me Sir. Let me tell you the truth."
"Ok. But I'll never change my mind," he said carelessly.
"Of course as a creatures, we all under the Creator's control. But actually we couldn't consider it as a doll."
"Tell me more."
"God gives us a chance to choose. We have a freedom to take the choice for our life. We can choose being a good person or bad person. We can choose to be an extraordinary person or only being an ordinary person. There is always other choice after a choice."
"Huh. You are just similar, like the others. Enough ! Go away from here ! Don't ever think that you can change me ! GO AWAY !" his intonation was full of anger.
Then I go without any understanding. How come there is a man like him ?
Yeah, however, I don't ever feel bored to explain the same thing--every time I meet him, as that odd man never bored to ask me with the same questions. No one knows exactly when it will be finished.
Ceritanya ini tugas LIA, buat teks naratif..
Catatan : Bagi guru bahasa Inggris yang baca, mohon maaf, kualitas bahasa dan cerita sangat tidak dijamin.. =D
My hometown is rather far from the road. So I need to walk about half an hour first to arrive. After passing some fields, I meet an empty land where I meet that man every year. It maked me confuse that he is always there when I pass the land, as if he knows when I'll come.
"What are you doing here, Sir?" I said in the first time--and finally every time I meet him.
"I'm waiting a doll pass here."
"A doll ? Do you mean a little girl who brings a doll ?"
"Not. Absolutely only a doll. And you're the third doll which I meet today."
"Sorry, Sir. But I think I'm not a doll. Do you see ? I'm a human, just an ordinary man like others," I was so confused when he said that I was doll.
"Isn't it the same thing ? Yes, you're a doll. Human is only a doll which is controlled by God. Isn't it true ?"
"No,Sir. You're wrong."
"Yes, I'm right. Aren't some people like that ? Although maybe they wouldn't agree with my statement."
"Excuse me Sir. Let me tell you the truth."
"Ok. But I'll never change my mind," he said carelessly.
"Of course as a creatures, we all under the Creator's control. But actually we couldn't consider it as a doll."
"Tell me more."
"God gives us a chance to choose. We have a freedom to take the choice for our life. We can choose being a good person or bad person. We can choose to be an extraordinary person or only being an ordinary person. There is always other choice after a choice."
"Huh. You are just similar, like the others. Enough ! Go away from here ! Don't ever think that you can change me ! GO AWAY !" his intonation was full of anger.
Then I go without any understanding. How come there is a man like him ?
Yeah, however, I don't ever feel bored to explain the same thing--every time I meet him, as that odd man never bored to ask me with the same questions. No one knows exactly when it will be finished.
Ceritanya ini tugas LIA, buat teks naratif..
Catatan : Bagi guru bahasa Inggris yang baca, mohon maaf, kualitas bahasa dan cerita sangat tidak dijamin.. =D
Nelayan Malam
Aku ini nelayan malam,
menjaring gelap dalam biduan cahaya
dalam kembara samudera makna
Aku ini nelayan malam,
menghidupkan kala dari lalainya,
lantas menjemput cinta dalam ketundukan hamba
--karena buritan sudah hampir usia
: Kemudian menyatu dengan pelita,
bersujud rentaskan cahaya..
menjaring gelap dalam biduan cahaya
dalam kembara samudera makna
Aku ini nelayan malam,
menghidupkan kala dari lalainya,
lantas menjemput cinta dalam ketundukan hamba
--karena buritan sudah hampir usia
: Kemudian menyatu dengan pelita,
bersujud rentaskan cahaya..
Aku Membaca
Pertama kali membaca,
aku jatuh cinta
Sekali waku aku membaca aku
Sekali waktu aku membaca air
Sekali waktu aku membaca angin
Sekali waktu aku membaca langit,
Laut,
Gunung
Setiap waktu aku membaca, aku makin jatuh cinta
Setiap kali aku membaca,
Hanya ada keagungan dan kemahasempurnaan-Nya
Maka kusujudkan hatiku hanya pada-Nya,
Maka kuikrarkan hidupku hanya untuk-Nya
Karena akupun membaca,
Pengabdian adalah kita : hamba-hamba-Nya
(24 Februari 2009)
aku jatuh cinta
Sekali waku aku membaca aku
Sekali waktu aku membaca air
Sekali waktu aku membaca angin
Sekali waktu aku membaca langit,
Laut,
Gunung
Setiap waktu aku membaca, aku makin jatuh cinta
Setiap kali aku membaca,
Hanya ada keagungan dan kemahasempurnaan-Nya
Maka kusujudkan hatiku hanya pada-Nya,
Maka kuikrarkan hidupku hanya untuk-Nya
Karena akupun membaca,
Pengabdian adalah kita : hamba-hamba-Nya
(24 Februari 2009)
Dalam Diam
Saat aku terdiam,
tulisan pun bungkam
pada siapa lagi kubisikkan pengaharapan,
dalam sunyi paling sunyi,
dalam sepi paling sepi
: hanya pada Engkau !
Yang Maha Mendengar,
Maha Mengetahui isi hati..
(24 Februari 2009)
tulisan pun bungkam
pada siapa lagi kubisikkan pengaharapan,
dalam sunyi paling sunyi,
dalam sepi paling sepi
: hanya pada Engkau !
Yang Maha Mendengar,
Maha Mengetahui isi hati..
(24 Februari 2009)
Langganan:
Postingan (Atom)